Karena
parno ga kebagian tiket pesawat, buru-buru deh saya cari tiket pesawat
dari Solo ke Jakarta. Biasanya saya pakai maskapai Garuda Indonesia,
namun mungkin karena masih efek lebaran harga tiket jadi dua kali lipat
atau sekitar sejuta lebih, padahal pernah saya bisa dapat harga 600an
ribu.
Cari
alernatif lain, pilihan kedua pun jatuh pada maskapai layanan penuh
yang baru seumur jagung. Tidak banyak pilihan jam penerbangan memang dari
Solo yang dilayani oleh Batik Air. Akhirnya saya memilih salah satu
penerbangan yang tidak terlalu mepet dengan penerbangan selanjutnya.
Dan, jeng jeng jeng ternyata bandara tujuannya bukan CGK melainkan HLP atau
Halim Perdana Kusuma. Enak sih buat yang emang tujuan akhirnya ke
Jakarta atau sekitarnya, tapikan saya mau koneksi di CGK.
Tidak
mau membuang waktu lebih banyak lagi, saya langsung nekat membeli tiket Lion
Air dengan pertimbangan harga 500an ribu rupiah dan harga ekstra bagasi per
kilo yang sangat murah, atau sekitar 80an ribu saja. Tanpa pikir panjang saya
langsung melakukan pemesanan melalui traveloka dengan pembayaran melalui
transfer dengan rekening BCA.
Tibalah
hari dimana pesawat dijadwalkan terbang jam 17:40. Saya tiba di Bandara
Adi Sumarmo Solo pukul empat sore. Seperti biasa kalau ke SOC dengan
keluarga pasti mampir ke Indomaret Point, entah beli apa aja yang
penting kesitu. Hahaha. Tapi memang selalu ada saja yang mau dibeli di toko
kelontong itu. Kemaren saya beli es krim Paddelpop Rainbow Power, ga
peduli itu es krim anak-anak atau enggak yang penting enak. Dan untungnya saya lihat ada luwak white coffe, langsung deh saya beli 2 pak.
Puas makan es krim sampai clemotan, saya
langsung check in dan sekalian bayar ekstra bagasi. Ternyata bagasi
saya beratnya 29 Kg, itu artinya saya harus bayar ekstra sembilan Kg
tersebut. Setalah saya bayar, keluarlah keringat dingin karena petugas konter
cek in ngabarin kalau penerbangan JT 359 terlambat 35 menit. Langsung
deh saya bingung, padahal emang panas sih hari itu.
Saya jelaskan ke petugas itu kalau saya sedang mengejar penerbangan
selanjutnya di Terminal 2 menggunakan maskapai Jetstar Asia. Petugas
itupun menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi dari penerbangan
sebelumnya jadi mereka tidak bisa berbuat banyak, dan akan memberikan
saya informasi lebih lanjut jika penerbangan terlambat lebih dari 35
menit. Dalam hati sedikit tenang, tapi tetap saja bingung, kalau ternyata
terlambat lebih dari 35 menit saya memang mau naik maskapai apa coba.
30
menit sebelum waktu keberangkatan sayapun lansung menuju ruang tunggu,
baru duduk lima menit datanglah pesawat Boing 737-900 milik Lion Air,
dalam hati, "huh. Lega rasanya." Tak lama kemudian panggilan boarding-pun
dikumandangkan (maafkan bahasa saya yang lebay ini), bergegas sayapun
jalan cepat sepeti mau antri beli makana di kantin sewatu jaman SMA
dulu. Hahaha, masa muda. Karena saya melakukan online cek in, sayapun
sudah menentukan kursi yang saya mau. Sayangnya karena sudah tidak ada
matahari kursi jendela pun sedikit tidak berguna karena tidak banyak
yang bisa dilihat dimalam hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar