08 Juni 2015

Dingin atau Panas

Wah ini adalah salah satu pertanyaan yang saya suka. Tapi jawabannya sudah sangat jelas, dingin lebih nyaman. Hahaha, kadang saya mendapat sanggahan dari jawaban itu. Karena harus diakui banyak teman saya mengatakan bahwa panas lebih nyaman untuk mereka.







Tapi jujur saya paling nyaman untuk berada didalam ruangan dengan suhu sekitar 23°C - 25°C. Saat saya di negara tropis saya selalu mencari ac. Pengaturan suhu ac yang paling pas untuk kamar saya adalah 18°C - 22°C, alasan mengatur suhu lebih rendah adalah karena memang banyak ac di Indonesia yang dipaksa mendinginkan ruangan yang diatas kemampuannya.

Tapi di Jerman saya cuma cari ac waktu musim panas, ya iyalah. Tapi jujur ya, mencari ruangan berac gratis itu jauh lebih gampang di Indonesia. Restoran di Jerman bahkan jarang banget punya ac, bahkan restoran cepat saji sekalipun. Kalau di Indo tempat favorit cari ac gratis itu tentunya mall dan atm. Karena memang mereka lebih membutuhkan pemanas ruangan tentunya.

Alasan terbesar saya kenapa lebih memilih dingin daripada panas adalah tubuh saya tidak bersahabat dengan panas. Saya punya alergi terhadap beberapa banyak hal, dan yang berhubungan dengan cuaca adalah panas. Saya masih ingat, saat kecil saya justru alergi terhadap dingin. Namun saat mulai tumbuh besar atau sekitar SMP, saya mulai alergi terhadap panas dan justru lebih menyukai dingin. Yang paling parah itu saa SMA, jadi setiap bulan-bulan panas dan pulang sore, tumbuh sayapun dipenuhi dengan pulau-pulau merah yang sangat gatal dan terkadang panas. Wah sangat menyakitkan sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar